Sel 12 November 2013 by

Aturan Penulisan Database Yang Biasa Saya Lakukan

Kali ini saya coba menuliskan kebiasaan (atau aturan?) yang saya buat sendiri untuk diri saya sendiri dalam membuat aplikasi. Aturan/convention yang saya buat ini bukan hal baru. Ini hanyalah rangkuman dari berbagai best practice dalam menulis code atau membangun aplikasi. Saat ini baru sempat untuk menulis tentang database convention. Kedepannya, saya berharap ada banyak yang bisa saya tambahkan. Saya juga meletakkan dokumen ini di Github, dan berharap bisa dapat masukan yang bagus.

Berikut daftar dari aturan penulisan database yang baru saja saya tulis dan disimpan di Github:

  1. use english language for name of fields and tables.
  2. Table names are lowercase, plural, and underscored without abbreviation except for commonly used. example: usersrulesorganitation_units.
  3. Field names are lowercase, and without abbreviation except for commonly used like id or uid.
  4. Field names with two or more words are underscored. Example: first_namelast_name, etc.
  5. Use id as name of primary key for all tables with int data type for auto increment or char(32) for UUID/GUID.
  6. use the (singular) name of the related table followed by _id for foreign keys. Example: user_id that reference to users table.
  7. Upper casing SQL keywords and built-in functions. Example:

    SELECT first_name,
        last_name,
        CONCAT(first_name, last_name) AS full_name
    FROM users;
    
  8. Avoid asterisk (*) symbol on select clause.

Untuk mendapatkan update terbaru dari daftar di atas, silahkan berkunjung ke repo Github.

Min 10 November 2013 by

Create Simple Jquery Plugin To Add An Arrow On Active Menu

Sometime I need to put an arrow on active menu visited by website user or visitor on simple way as image below.

menu

Firstly, prepare HTML image for arrow and a list of menus

    <img class="up_arrow" src="images/up_arrow.png" />
        <div class="menu left">
        <a href="#" class="active">About Us</a>
        <a href="#">The Dream</a>
        <a href="#">Events</a>
        <a href="#">Contact Us</a>
        <a href="#">Affiliates</a>
    </div>

set absolute and hide the image on CSS file for first load

.up_arrow {
    position: absolute;
    display: none;
}

add javascript and write it as jquery plugin

(function($) {
    $.fn.putMenuArrow = function() {
        $('.up_arrow').css({
            'display': 'block',
            'position': 'absolute',
            'left': ($(this).offset().left + $(this).outerWidth() / 2) - 17, // 17 is width of arrow image
            'top': $(this).offset().top - 19 //19 is height of arrow image
        });
    }
}(jQuery));

// call putMenuArrow plugin
$(document).ready(function() {
    $('.menu a.active').putMenuArrow();

    $('.menu a').click(function(e) {
        e.preventDefault();
        $('.menu a').removeClass('active');
        $(this).addClass('active');
        $(this).putMenuArrow();
    });
});

The complete demo can be found at:

This entry was tagged on #javascript, #jquery and #jQuery_menu

Min 30 Desember 2012 by

Web Hosting Gratis...tis...

Jaman tahun 2000-an banyak layanan di internet yang menawarkan hosting gratis, bahkan ada yang menawarkan hosting PHP dan mySQL juga. Yang paling terkenal, seingetku, adalah .co.cc. Tidak tahu sekarang bagaimana keberadaan hosting gratis tuh.

Hosting gratis jaman itu tidak sama seperti saat dulu kala. Waktu itu ada banyak iklan sana-sani dan kekurangan nyamanan lainnya. entah karena benar-benar kurang nyaman atau karena tidak terbiasa aja.

Berbeda dengan beberapa tahun terakhir ini, dimana PaaS dan cloud mulai menggeliat. Ada banyak layanan hosting gratis tanpa ribet dengan kualitas yang sama dengan yang bayar. Tentu saja ada batasan-batasan, tetapi kalau hanya untuk belajar atau baru memulai, yang gratis pun sudah cukup. Sebagai contoh, mari lihat simulasi dari versi gratis yang ditawarkan oleh redhat melalui Openshift

  • 15 pages/second
  • Hundreds of articles
  • ~ 50k visitors per month

Nah seperti itulah kira-kira yang didapat dari versi gratisnya Openshift. Untuk product PaaS lainnya silahkan berkunjung ke website masing-masing. Beberapa yang sempat aku kunjungi menawarkan layanan yang bahkan belum bisa didapat di hosting konfensional. Berikut listnya:

Fitur yang susah didapat dihosting konvensional diantaranya: Java, Ruby, Python, Scala, Clojure, mongodb, dan masih banyak lagi. Mau custom domain juga bisa. Ayo dimanfaatkan!

This entry was tagged on #cloud_computing, #free_hosting and #hosting

Sen 26 Maret 2012 by

Menginstall Git Di Windows

Git adalah salah satu revision control yang sangat popular saat ini meski datangnya belakangan dibanding pendahulunya seperti Subversion, VCS, dan lain-lain. Dengan adanya github.com yang mengusung motto "Social Coding", lengkaplah sudah kepopularannya.

Untuk menggunakan Git dalam lingkungan Windows, ada beberapa langkah instalasi yang mesti dilalui.

  1. Download dan install Git-.1.7.x...exe dari http://code.google.com/p/msysgit/downloads/list?can=3
  2. Download dan install TortoiseGIT dari http://code.google.com/p/tortoisegit/downloads/list

TortoiseGIT berguna untuk mengintegrasikan Git dengan Windows Explorer. Integrasi ini memunginkan bekerja dengan Git langsung dari Windows Explorer dengan hanya mengklik kanan untuk memunculkan menu yang berhubungan dengan Git. Tidak diperlukan lagi command line.

Dengan terinstallnya dua tool diatas, sebenarnya sudah cukup untuk bekerja dengan Git. Lalu bagaimana jika ingin mempublish atau membuat repository di github.com atau sourecode hosting server lain yang mendukung Git  seperti assembla.com, Gitorious, bitbucket.org, dll)?

Otentikasi Git Server Menggunakan Public dan Private key

Meskipun ada beberapa metode untuk sinkronisasi repository di Git, seperti file sharing, http/https, git daemon, dan ssh, kebanyakan Git server online menggunakan otentikasi ssh dengan publik dan private key. Disini akan dijelaskan bagaimana mensetup otentikasi di Git server menggunakan public dan private key saja.

Kok cuma yang SSH yang di jelasin?

Sebenarnya protokol lain yang sering dipakai adalah https. Tapi kalo servernya pake https kan gak perlu setup public dan private key. Tinggal clone dan alamat remotenya diarahkan ke url yang HTTPS. Github dan Bitbucket udah support https, yang lain belum tahu.

Kalau cara kerja publik dan private key silahkan googling aja. Sedangkan cara membuat public dan private key bisa pakai Putty Key Generator (puttygen.exe). Caranya:

  1. Download puttygen.exe di http://www.chiark.greenend.org.uk/~sgtatham/putty/download.html
  2. Jalankan file puttygen.exe dengan mengklik ganda, kemudian klik tombol Generate, gerakkan mouse secara bebas selama hinggak public dan private key berhasil di generate.
  3. Masukkan key passphrase (sama dengan password) atau biarkan kosong.
  4. Simpan private key secara pribadi.
  5. Public key bisa disimpan atau tidak. Jika tidak disimpan, anda perlu menggunakan puttygen.exe untuk melihat  public key yang telah di generate dengan cara me-load private key-nya. Public key ini nantinya akan di publish di server git.

Setelah public dan private key sudah siap, silahkan masukkan public key ke git server. Sebagai contoh, bila ingin menambahkan public key ke account di github, silahkan login ke github (daftar dulu bila belum punya account). Setelah login success,

  1. Pilih account setting di pojok kanan atas.
  2. Pilih SSH Keys
  3. Pilih add SSH Key
  4. Masukkan title dan public key yang sudah digenarete. Perlu diperhatikan format public key yang di terima seperti yang tampak pada field public key di puttygen.exe

Setelah public key di tambahkan ke server github, anda sudah bisa membuat repository, push ke server github, dll. Langkah-langkah menambahkan public key keserver git lainnya seperti assembla.com, gitorious.org, bitbucket.org, dll relatif sama. Jadi selamat mencoba :)

This entry was tagged on #Git, #Git_di_Windows and #github

« Page 2 / 3 »

 

Ads

  • Themeforest
  • Themeforest
  • Codecanyon
  • Codester
  • Vultr
  • Vultr

Tags